Pencarian
Kontak
Alamat :

Jl. Raya Cipayung

Telepon :

0218444750 - 0218444750

Fax :

021-8449362.

Email :

sma64jkt@yahoo.co.id

Website :

http://sman64jkt.sch.id/

Media Sosial
POLLING

Bermanfaatkah website sekolah bagi Anda

  Sangat Bermanfaat
  Ya
  Tidak
  Biasa
  Ragu-ragu

  Hasil Polling
Fenomena Langit 2016

Fenomena Langit 2016



Saat ini harus diakui bahwa kubah langit malam di kota metropolitan Jakarta sudah tidak begitu indah. Hal ini disebabkan karena atmosfer di atas kota Jakarta sudah tercemar oleh gemerlapnya lampu-lampu kota yang sangat terang, sehingga suasana malam hari pun terlihat seperti siang hari (sebut sebagai polusi cahaya). Selain itu, juga kualitas udaranya pun semakin mengkhawatirkan (sebut sebagai polusi udara minimal akibat jutaan kendaraan bersliweran tiap hari).

Kondisi di atas tentu berbeda apabila kita pergi agak jauh dari kota Jakarta, ke tempat yang tingkat polusinya rendah apalagi daerah yang masih asri serta tidak padat penduduknya. Hamparan pemandangan yang sangat indah di langit terasa membangkitkan kedekatan terhadap kita yang mau memahami alam semesta dan kesejatian diri. Kita akan melihat beribu-ribu bintang di langit yang sudah sejak jaman dahulu dijadikan pedoman bagi para nelayan di laut serta para pengembara. Juga dijadikan pedoman bagi para petani untuk menentukan kapan mereka mulai menanam dan memanen padi di sawah. Tidak kalah penting adalah jembatan spirit untuk memahami karya ciptaNya.

Bila melihat dengan cermat, nyatanya di kubah langit dapat disaksikan beragam benda langit selain bintang yang antara lain Matahari, Bulan, planet, meteor dan hujan meteor, komet, hingga satelit buatan manusia yang berjalan perlahan di samudra perbintangan, dll. Bahkan kini, dengan bantuan alat sederhana pun dapat dinikmati wajah Matahari yang kerap dihiasi bintik-bintik hitam tanda keaktifannya yang sedang tinggi, kawah Bulan beragam ukuran, nebula, gugus bintang, dsb. Pemunculan benda-benda langit dan berbagai fenomena alam lainnya yang berulang secara teratur atau berkala menjadikan kita dapat mengenal dimensi waktu, yang selanjutnya menjadi penting dalam pengamatan dan memahami fenomena alam secara umum dalam dimensi ruang alam semesta.

Adapun planet sebagai benda langit akan tampak berpindah bergeser di lautan bintang. Perubahan letak planet yang menunjukkan gerak balik atau retrograde yang lalu diteliti oleh Kepler turut mendukung berlakunya kebenaran teori heliosentris Copernicus yang akhirnya dianut setelah pembuktian paralaks oleh Bessel.

Semua planet termasuk Bumi beredar mengelilingi Matahari pada lintasan orbitnya masing-masing. Praktis semua planet bergerak dalam satu bidang (sebut bidang orbit planet). Ibarat keping uang logam, maka keping itulah tempat planet bergerak mengedari Sang Surya. Dulu dianggap bahwa lintasan edar atau orbit planet berbentuk lingkaran, namun dibuktikan bahwa orbit itu berbentuk ellips dan Matahari berada di salah satu titik apinya. Bumi dan tujuh planet lainnya bersama Matahari membentuk satu tatanan yang selanjutnya dikenal sebagai keluarga Matahari atau Tata Surya. Kecepatan gerak orbit dari planet berbeda, semakin dekat ke Matahari semakin cepat. Adapun arah edar atau revolusi planet semua sama, yaitu apabila dilihat dari atas arahnya berlawanan dengan arah gerak jarum jam.

 

Konjungsi

Dari sifat edar di atas, maka pergerakan planet di kubah langit terlihat saling susul menyusul atau kadang antar mereka posisinya saling berdekatan. Uniknya bahwa bidang orbit Bulan pun hampir sebidang dengan bidang orbit planet. Walhasil, baik planet maupun Bulan terkadang dapat berkumpul di suatu lokasi yang relatif sangat berdekatan. Secara sederhana, berkumpulnya mereka di kubah langit itulah yang disebut fenomena konjungsi.

Fenomena konjungsi memang hal yang wajar terjadi. Namun, peristiwa seperti ini senantiasa dinanti-nanti baik kalangan profesional maupun amatir. Sebagai contoh seperti yang terjadi pada tanggal 7 April 1994 di mana planet Merkurius, Mars, Saturnus, Jupiter, dan Bulan tampak sangat berdekatan di langit. Yang sangat istimewa adalah tanggal 5 Mei 2000, semua planet yang kasat mata berkumpul dekat Matahari dan Bulan. Pada tanggal 7 November 2015 lalu, terjadi lagi konjungsi antara planet Mars, Jupiter, Venus, dan Bulan. Keberulangan fenomena ini wajar layaknya fenomena lain seperti gerhana Matahari dan gerhana Bulan. Namun, apabila kita berimajinasi atau membayangkan bahwa semua planet (kecuali Bumi tentunya), Bulan, dan Matahari berada pada 1 lokasi di kubah langit, maka besar kemungkinan terjadinya adalah dalam selang waktu 8,6 x 1046 tahun. Berdasarkan penelitian, peristiwa seperti tahun 2000 akan terjadi lagi kisaran 900 hingga 1000 tahun lagi.

 

TABEL 1. FENOMENA KONJUNGSI

TGL.

JAM (WIB)

KONJUNGSI

JARAK BUSUR

29 Sept.

05:18

Bulan - Merkurius

4,80

06 Okt.

18:11

Bulan - Saturnus

3,60

11 - 12 Okt.

05:23

Merkurius - Jupiter

10

29 Okt.

18:47

Venus - Saturnus

30

23 Nov.

18:14

Merkurius - Saturnus

3,50

25 Nov.

05:00

Bulan - Jupiter

2,70

30 Nov.

18:07

Bulan - Saturnus

3,60

05 Des.

18:44

Bulan - Mars

30

23 Des.

02:09

Bulan - Jupiter

30

28 Des.

05:19

Bulan - Saturnus

40

 

 Keterangan:

Share Post :

Kirim Komentar

LOKASI SEKOLAH
Online Library
KALENDER

April 2026

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30
Kotak Saran
Youtube SMAN 64 Jakarta
PPDB SMAN 64 JAKARTA